loading...

Kucing Sahabat Sejati dan Teman Setia

Kucing Sahabat Sejati dan Teman Setia

Saya Pratiwi Dewi dari jakarta dan ini kisahku dan kucingku. Sebenarnya saya tidak ingin menceritakan kisah sedih, tapi saya ingin menceritakan cerita yang sedikit membosankan. Karena saya ingin menceritakan kisah saya dan kucing peliharaan saya yang bernama Sisi, dia lucu sekali dan sangat gendut. Saya rajin memberinya makan 2 kali sehari, di pagi hari dan di malam hari. Kucing saya ini sangat pemalas dan kerjaannya hanya tidur saja, tapi walaupun sisi suka tidur, saya merasa memiliki sahabat setia. Karena di saat saya merasa kesepian, sedih ataupun sedang terpuruk, sisi selalu menemani saya. 

Biasanya saat saya sedih, selalu mengurung diri di kamar, mendengar lagu galau sampai saya benar-benar menghayati kesedihan saya. Kadang juga saya mendengarkan lagu-lagu yang sedikit bersemangat untuk menghibur diri. Biasanya suara musik saya keraskan sampai terdengar keluar kamar.

Mungkin kalian mengatakan saya ke kanak-kanakan, saya akui itu dan memang umur saya saat ini masih 16 tahun. 
Disaat saya merasa galau sampai mengidupkan suara musik keras, sisi selalu mengeong. Entah dia lapar atau tidak, saya tidak peduli karena perasaan saya sedang kacau. Saya biasanya membawanya ke dalam kamar dan ikut merenung bersama saya. Tapi sisi berbaring di pangkuan saya sambil tertidur pulas, saya cukup heran karena suara musik tidak mengganggu tidurnya. Saya kemudian berpikir, mungkin dia ingin menemani saya saat merasa sedih.

Hal itu sudah berkali-kali terjadi dan dia sudah seperti sahabat saya sendiri, selalu bisa menghibur saya di saat merasa sedih. Cukup beruntung memiliki sisi, dia adalahk kucing yang paling peduli dengan saya. Sebenarnya saya memiliki 2 kucing, yang satunya bernama koko, tapi koko tidak seperti sisi, dia tidak suka berada di kamar saya, selalu pergi saat saya bawa ke kamar. 

Saya pikir dia tidak suka dengan saya, atau mungkin tidak mau mengambil saya dari sisi. Karena saya pernah dengar jika kucing mengelus-elus kita, maka menandakan kita adalah miliknya. Sisi selalu mengikuti saya, selalu tidur di dekat saya, dan mungkin dia sudah menganggap saya miliknya.
Sebenarnya saya cuma mau cerita itu saja, kalau sisi itu sahabat sejati saya, cukup bangga saya dengan dia dan saya juga merasa beruntung memiliki sisi.

Maaf jika cerita saya membosankan, dan memang saya peringatkan dari awal sudah mengatakan akan menceritakan cerita yang membosankan. Tapi saya ingin membuat kisah saya dan sisi dikenang oleh banyak orang dan saya juga merasa senang jika cerita saya ini bisa di share. Trimakasi admin, trimkasi semuanya sudah sempat membaca cerita saya yang membosankan ini.


loading...

Hari Terakhir Kucingku Bicara

Hari Terakhir Kucingku Bicara

Hanifah Amalina:
Kejadian ini terjadi saat aku kelas 5 SD, hari itu aku di beritahukan ibuku bahwa tiga warna, kucing betina yang aku miliki memiliki 2 anak yang sangat lucu. Mendengar itu aku sangat bahagia induk kucing beserta anaknya itu ditempatkan di gudang dekat bagasi mobil, kucing - kucing itu sempat berpindah - pindah tempat ke rumah tetangga yang satu sampai yg lainnya sehingga membuat ku sedih. Dan akhirnya mereka menetap di rumahku, aku juga menamai kucingku yg berwarna hitam ireng dan yang berwarna belang uci.
        Mereka berdua jantan dan suka makan ikan . Setiap ibuku bangun jam 4 mereka juga ikut bangun.
  suatu hari aku membiarkan kucingku bermain diluar yaitu salah satunya uci yg paling tampan terkadang aku takut ia akan diambil orang namun aku tak ingin ia terus di rumah dan ingin ia bersenang - senang .
Namun ketakutan itu terjadi ia menghilang selama 3 hari dan suatu hari ibuku ingin mengambil jemuran di halaman tapi tiba - tiba ibuku tertarik melihat ke rumah kosong samping rumahku ketika dilihat secara seksama dugaan ibuku benar ia adalah uci, ibuku sebelumnya menyangka ia sedang tidur namun ia salah ternyata ia terkulai lemas dengan semut memenuhi mulutnya ibuku memanggil ku dengan histeris " AMEEELLL, sini ada uci!" 
Aku yg mendengarnya pun bergegas menemui ibu ku rasanya senang sekali bisa bertemu kucing kesayangan ku kembali namun kebahagiaan itu dihancurkan dengan satu kebenaran yaitu uci sudah tidak bernyawa akhirnya aku bersama ayahku mengubur uci di pekarangan rumahku air mataku terus bercucuran tak berhenti melihat kenyataan aku akan berpisah dengan kucing ku yg tampan 
" SELAMAT TINGGAL KUCING KU..."
2 hari berlalu jarang sekali aku melihat  ireng, aku selalu takut jikalau ireng nasib nya seperti uci entah siapa orang yg meracuni uci sehingga ia mati yg pasti ketakutan itu masih membayangi diri ku
Namun suatu hari ireng pulang ke rumah ku kau tahu keadaannya? Sangat mengenaskan ia sangat kurus bulunya yg lebat menutupi tubuh yg kurus di.bungkus oleh kulit yang tipis
Ya tuhan....., apa yg kau lakukan dengan kucingku? Mengapa engkau ingin merenggut mereka dariku?? Apa salah ku... 
Dalam hati aku bertanya sambil menangis meratapi kucing ku yg mengeong menahan sakit ia tidak mau makan ia terlihat ingin minum namun ia seperti tidak bisa minum aku menangis sedih setiap melihatnya namun suatu hari ibuku berkata pada kucingku...
" sayang..., kalo kamu mau pergi..., pergi saja yg penting kamu gk sakit lagi ya??" Ireng tiba2 merenung ia seperti mengerti apa yg ibu katakan. Tak lama setelah ibu berkata seperti itu ireng pun meninggal, sedih rasanya berpisah dengan kucing2 ku namun ini lebih baik daripada kalian harus menahan rasa sakit yg luar biasa SELAMAT TINGGAL KUCING2 KU SEMOGA KALIAN BAHAGIA DI SURGA SANA...


loading...

Mulai Benci, ini Penyebab dan Alasan Saya Tidak Suka Kucing !!!

Salam kenal para pecinta kucing, saya Mona dari bali.... disini saya mau berbagi tentang pengalaman pribadi saya tentang kucing. Sebenarnya saya tidak suka kucing!, tapi karena saya di undang oleh admin situs ini untuk membuat kisah bersama kucing, maka dari itu saya ingin berbagi pengalaman.

Mulai Benci, ini Penyebab dan Alasan Saya Tidak Suka Kucing !!!

Kenapa saya tidak suka kucing ? Itu karena tingkah laku buruk yang selalu dilakukannya. Saya menceritakan tentang kucing liar yang sering datang ke rumah saya. Saya merasa terganggu sekali dengan kedatangan kucing tersebut, karena suatu hal yang membuat saya marah. Coba bayangkan itu kucing selalu mencuri ikan di dapur saya. Tidak hanya itu, dia juga pernah pup di keset. Dan itupun keset baru beli beberapa minggu yang lalu. Selain itu juga dia suka ribut di atap, mengganggu ketenangan dan tidak ada baik-baiknya menurut saya.

Tapi disini saya tidak mengatakan semua kucing buruk, mungkin berlaku pada kucing-kucing liar. Tapi entah kucing rumahan juga bisa bersih apa enggak. Soalnya saya tidak pernah pelihara kucing, cuma teman-teman saya aja yang ada beberapa pelihara kucing.

Menurut kalian, bagi yang memang pelihara kucing dirumah, apakah mereka bersih dan gak rewel ? Saya cukup risih dengan kebiasaanya yang tidak bersih itu, membuat saya repot terutama kotorannya yang di buang sembarangan.

Tapi hanya untuk kucing-kucing luar legri yang berbulu lebat dan tebal, saya tidak tau jenis-jenisnya. tapi mereka memang terlihat lucu, tapi kalau gak bersih saya mulai gak suka lagi. Jadi ya tergantung kucingnya mungkin ya. Saya kurang suka sama kucing lokal, gak bersih suka curi ikan bikin kegaduhan.

Tapi saya bingung dengan kalian para pecinta kucing, kenapa suka banget pelihara kucing ? Bukankah kucing itu bawa penyakit ? Mungkin ada yang salah dari pemikiran saya, karena saya tidak terlalu peduli dengan kucing. Bhkan saya tidak pernah membaca informasi tentang kucing.

Jadi penyebab dan alasan saya tidak suka kucing sudah jelas karena mereka tidak bersih dan suka bikin rusuh, hanya itu yang saya pikir tidak ada lagi pembelaan supaya saya suka kucing. Saya bingung harus ngomong apa lagi, saya rasa hanya itu yang bisa saya katakan disini.
loading...

Anak Kucing yang Kepalanya Terinjak Kursi Roda

Anak Kucing yang Kepalanya Terinjak Kursi Roda

Nama ku wiwik..aku suka sekali kucing..kucing ku ada 3..pertama demon, kedua bloreng dan yang baru namanya thomas. Demon dan bloreng adalah pasutri, alias suami istri. 

Bloreng adalah kucing betina telon, demon abu-abu, bloreng berkali-kali hamil dan melahirkan. Tapi anehnya setiap ia melahirkn anaknya selalu hanya satu..v anaknya juga slalu di makan demon.

Dan akhirnya bloreng melahirkan lagi... aku pun senantiasa menunggu kelahiran anaknya. Kemudian lahirlah anak kucing jantan berwarna telon. Aku beri nama chiko. Chiko lucu sekali.... berkali-kali chiko akan dimakan ayahnya.. Tapi selalu aku lindungi. .dan kemarin tepat satu bulan chiko.. dia sudah mulai lincah dan jalan-jalan terus.. Sampai akhirnya hari ini chiko terlindas kursi roda bapak ku. .tadinya ibu ku menghindari thomas tapi malah chiko yang kena.. Aku pun sedih dan menangis . 

Chiko adalah kesayangan ku..saat ku dengar jeritan chiko aku pun berlari dan menggendongnya..tapi chiko seperti syok dan kesakitan..lalu ku lihat hidungnya mengeluarkan darah dan bersin"..aku sangat khwatir .smpai smpai aku menangis terus...karena chiko lemas aku carikan induknya dan dI susui.. ingin ku obati tapi aku ga tau harus gemana..disini juga ga ada klinik hewan ..aku pun menjaga nya malam ini..dan berharap semoga besok chiko sehat kembali dan bisa bermain-main lagi..amin..terimakasih :)


loading...

Nasib Seekor Kucing yang tak Sengaja Terinjak Sampai Lehernya Patah

Saya masih mempunya lanjutan dari kisah kucing yang pernah saya sampaikan, yaitu kisah kucing yang terjatuh dari ketinggian lantai dua. Tapi sekarang saya ingin menyampaikan kisah selanjutnya yaitu nasib seekor kucing yang tak sengaja terinjak sampai tulang lehernya patah.

Kucing yang terinjak ini adalah salah satu dari 4 ekor anak kucing yang baru lahir beberapa bulan lalu. Tidak hanya mengalami nasib sial jatuh dari ketinggian, bahkan baru-baru ini salah satu dari mereka mengalami musibah lain. Ini adalah musibah yang sangat menyakitkan buat dia dan bahkan saya juga merasa sakit melihatnya. 

nasib seekor kucing yang tak sengaja terinjak sampai lehernya patah

Ceritanya berawal dari ayah saya yang sedang ke dapur dan hendak makan siang. Pada waktu itu saya tidak melihat kejadiannya, tapi saya cukup tau karena kamar saya bersebelahan dengan dapur. Saya mendengar suara dan langkah kaki, bahkan saya mendengar jeritan kucing yang sedang kesakitan.

Kejadian ini tidak senganja dan tak terduga. Disaat ayah saya berjalan, salah satu kucing tersebut berlari-lari di sekitar ayah saya. Dan tak lama, terdengar suara rintihan, cukup keras dan suaranya terdengar berbeda. Percis suara kucing saya yang terjatuh dari lantai dua.

Awalnya saya tidak merasa ada yang aneh, tapi tiba-tiba ayah saya memanggil saya dan mengatakan ada seekor anak kucing yang sedang sekarat di lantai.

Saya kaget dan sangat sedih, bahkan saya tidak sanggup melihatnya. Suara rintihannya membuat saya menangis dan panik. Saya melihat ada masalah dengan kepalanya. kepalanya berputar.. bahkan dia tidak sanggup berdiri, dan hanya meronta-ronta dengan kepala ketekuk ke belakang. 

Saya bingung harus berbuat apa, saat itu saya mengambilnya dan ada darah yang keluar dari mulut dan hidungnya. 

Saya mengira dia tidak akan selamat, saya memalingkan wajah dan pergi ke kamar sambil menangis. Saya membiarkannya tergeletak di lantai. Saya bisa apa, saya bukan tuhan, bahkan bukan dokter. Saya tidak bisa mengembalikan keadaan, bahkan saya tidak bisa menyembuhkan.

Saya sempat menangis beberapa jam, sedangkan kucing tersebut dipindahkan oleh kakak saya. dia dibiarkan di atas tanah, dan menunggu kematiannya.

Saya kemudian memberanikan diri untuk melihatnya kembali. saya sangat kasihan, bahkan saya sempat berdoa dia segera mati agar bebas dari penderitaan.

Tapi, hingga malampun tiba, dia masih hidup. Saya hanya bisa menunggu hari esok, dan berharap esok dia sudah mati. Mungkin saya orang jahat, tapi saya ingin dia tidak merasakan penderitaan itu.

Tapi sampai hari esok tiba dia masih bernafas. Saya merasa sangat sedih, dan akhirnya saya memutuskan untuk merawatnya. 

Memang saya bukan dokter, bahka bukan tuhan. Tapi mungkin saya tercita untuk dapat menolongnya. Itu pemikiran kecil saya saat itu. Saya mulai berpikir apa yang akan dilakukan dokter hewan saat melihat kondisi kucing seperti ini.

Tidak ada peralatan medis, bahkan tanpa pengetahuan dan obat. Saya kemudian teringat dengan ramuan obat alami yang biasa saya gunakan untuk mengobati binatang-binatang peliharaan saya dulu. 

Ternyata ada sebuah keajaban, seperti dulu kala. Saya kembali bisa menyembuhkan mereka. Entah itu karena obat yang saya buat atau apa. Tapi saya percaya karena keinginan kerasnya untuk bertahan hidup.

Saat itu kondisinya sangat buruk, di awal kecelakaan, leher yang patah tidak bisa membuatnya stabil dan kepalanya selalu di bawa ke atas sampai melengkung, selain itu dia tidak mampu makan, dan bahkan perutnya kembung entah itu karena pendarahan di dalam atau apa.

Karena saya takut dengan kondisinya yang memburuk, saya kemudian memaksanya makan. tapi sangatlah sulit, karena dia tidak bisa menelannya. Akhirnya saya menghancurkan beberapa daging sampai menjadi bubur. 

Saat itu tidak banyak yang bisa saya lakukan, walaupun hanya sedikit sekali, tapi saya harus menyuruhnya makan, karena saya berpikir jika tenaganya ilang dia akan lemas dan mati.

Tapi ada hal yang mengagetkan, saat dia memakan makanan yang bahkan sudah menjadi bubur, terdengar suara gesekan, antara tulan di tenggorokannya. Saya berpikir itu pasti tulangnya yang patah. sungguh malang nasibnya, mungkin menyakitkan saat saya memaksanya makan, hingga dia tidak bisa menelan dan akhirnya makanan itu selalu dimuntahkannya lagi.

Karena saya tidak mau menyerah, kemudian saya mengganti bubur dengan air gula. Mungkin air gula akan memberikannya tenaga, itu pikiran saya saat itu. Tapi untuk minum pun dia tidak bisa dan lagi-lagi saya harus memaksanya.

Maafkan saya, karena cara saya cukup jahat. tapi hanya itu yang bisa saya lakukan saat itu. Pada saat saya mencoba, terdengar suara rintihan saat saya memaksanya membuka mulut. Tapi saya tetap memaksanya karena saya tidak ingin dia mati kelaparan.

Saya selalu mencoba yang terbaik, memberikan obat yang saya tau dari pengalaman pribadi saya selama merawat binatang. Bahkan saya begadang dan susah tidur karena memikirkannya.

Tapi akhirnya, masa kritispun berlalu. Hari ke 3 dia mulai menunjukkan perkembangan. Walaupun masih sulit untuknya berdiri dan kepalanya yang masih setiap saat ke belakang, tapi saya senang karena dia sudah mau meminum susu induknya.

Saya tidak mau kejadian kucing yang terjatuh dari lantai 2 terulang kembali, saya kemudian menghalangi sodara-sodaranya yang hendak ikut meminum susu induknya. Bahkan saya menunggunya sampai ber jam-jam sampai dia mendapatkan cukup nutrisi.

Dan seterusnya hari ke 4, dia lagi-lagi menunjukkan kondisi yang membaik. Sekarang dia bisa makan sendiri, tapi hanya sekedar makan daging yang di jadikan bubur. Tapi itu sudah cukup menunjukkan peningkatan.

Hari ke 5, dia mulai suka berjalan-jalan. Walaupun jatuh bangun, dia tetap berusaha berjalan. Mungkin dia merasa kengen bermain dengan sodara-sodaranya. Itu karena saat tidak bisa bergerak, saya melihatnya selalu menatap sodara-sodaranya yang sedang bermain.

Kini saya rasa sudah seminggu lebih. Kondisinya sudah membaik. Dia sudah bisa makan sendiri, bahkan tidak perlu membuatkannya bubur. Dia sudah bisa berjalan, dan bahkan berlari. Dia bisa menikmati udara segar dan bermain dengan sodara-sodaranya. Dan bahkan kepalanya sudah tidak selalu ke belakang. Dan hampir sembuh 95%.

Saya sangat senang, ternyata saya bisa, saya bisa menolongnya. :) Bahkan ayah saya sempat kaget dan heran melihat kucing itu bisa tetap hidup dan bermain seperti sedia kala.

Disini saya ingin berpesan. Kita memang bukan tuhan ataupun dokter, jika kita memang sungguh-sungguh merawat sesuatu yang kita sayangi dengan semua upaya yang bisa kita lakukan. Kemungkinan akan ada keajaiban, karena kehadiranmu penting sebagai malaikat penolongnya.
loading...

Kisah Kucing Yang Jatuh Dari Ketinggian Lantai Dua

Saya mempunyai pengalaman dengan kucing peliharaan saya. Saya ingin menceritakannya untuk anda semua. Bermula dari kesenangan saya memelihara kucing. Memang kucing yang saya pelihara hanya kucing biasa, kucing lokal yang tidak terlalu spesial menurut beberapa orang.

Tapi kucing tetaplah kucing, bagi saya bukan jenis dan bukanlah ras yang menjadi patokan kita menyayangi binatang yang satu ini. Tapi karena keberadaan mereka yang bermakna, keberadaan mereka yang lucu, menggemaskan dan lincah. Bahkan mereka bisa menjadi sahabat yang baik. Dan untuk orang-orany yang benar-benar menyukai kucing, mereka akan sangat sayang dan menjaga kucing-kucing mereka dengan baik, tak peduli jenis ataupun ras mereka.

Tiga anak kucing yang masih tersisa

Disini yang ingin saya ceritakan adalah seekor anak kucing yang tidak sengaja terjatuh dari ketinggian lantai 2, sampai pincang, mengeluarkan kotoran dan mengeong kesakitan.

Ini kisah nyata, iya memang kisah nyata karena saya sangat banyak memiliki pengalaman bersama kucing, karena saya memang pencinta kucing dan suka memelihara banyak kucing.

Suatu hari kucing yang saya pelihara hamil dan memiliki 4 anak. 1 berwarna abu-abu dengan garis tipis, yang ke dua memiliki 2 warna, hitam dan putih, yang ketiga memiliki warna hitam dan kuning, sedangkan yang ke 4 memiliki bulu yang berwarna warni. bisa dibilang pencampuran semua warna kucing seperti kuning, hitam dan putih.

Saya cukup senang dengan kelahiran mereka, tapi jujur saya sedikit sedih karena orang tua saya keberatan memelihara semua kucing-kucing tersebut. Dan kebetulan ke 3 kucing tersebut adalah betina, dan hanya 1 ekor yang laki-laki.

Karena itulah saya diperintahkan untuk membuang ke 3 kucing betina tersebut. Saya memang tidak bisa melawan orang tua, tapi saya masih bisa menunda kucing-kucing itu dibuang.

Saya tidak mau mereka mati konyol, dan akhirnya saya memutuskan merawat mereka sampai beberapa bulan, sampai mereka bisa berbicara, berdiri, berlari dan mencari makanannya sendiri.

Suatu hari salah satu kicing yang saya pelihara terjatuh dari lantai 2. Sayapun kaget, orang tua saya memanggil saya dan mengatakan ada seekor anak kucing yang terjatuh.

Sayapun menghampiri dan menemukan seekor anak kucing yang tergeletak. Kondisinya cukup memprihatinkan, dia pincang dan bersuara keras, selain itu ada air kencing dan kotorannya yang keluar. Rasa-rasanya dia menahan kesakitan.

Kemudian saya mengambilnya dan memberikannya kepada induk kucing. Tak lama, bahkan beberapa jam saya melihat kondisinya membaik. Dia tidak pincang lagi dan bahkan bisa meminum susu induknya. 

Pada saat itu saya berpikir dia akan baik-baik saja, tapi 2 hari kemudian dia menghilang. Saya sempat mencarinya, dan akhirnya menemukan dia dalam kondisi tak bernyawa.

Dia mati, saya kaget dan tak menyangka kejadian ini bisa terjadi. Saya sempat berpikir mungkin dia kurang makan karena sangat kurus dan sering kalah berebut susu induknya. 

Saat meminum susu, sodara-sodaranya selalu mendorongnya dan akirnya dia tidak mendapatkan bagian. Saya kira induknya cukup pintar membagi semua ke anak-anaknya. Tapi saya salah. Dan dia akhirnya mati. 

Mungkin ini kesalahan saya, atau memang ini takdirnya. Saya cukup sedih dengan kejadian ini.

Saya ingin berpesan, jika kamu memang menyukai ataupun pencinta kucing, ingat beri makan kucing-kucingmu. jika dia masih kecil, usahakan dia mendapat asupan dari induknya. Selain itu, ingatlah untuk merawat kucing-kucingmu dengan baik.

Sebenarnya kisah ini masih berlanjut, ada seekor anak kucing lain yang sempat terinjak dan lehernya patah. Saya akan menceritakannya di artikel yang lain.
loading...

Kisah Anak yang Sembuh Dari Penyakit Autis Berkat Terapi Kucing

Ingat kisah tentang Iris Grace ? gadis yang sangat berbakat selama lima tahun dengan autisme. ia suka melukis gambar yang sangat indah. Iris Grace Halmshaw, ia adalah gadis autis asal Leichester, Inggris ini juga pernah menyita perhatian dunia dengan karya seni lukisannya yang sangat indah. Ternyata dia memiliki pembantu di belakang layar yang juga layak untuk pujian. pembantunya adalah seekor kucing yang bernama Thula, merupakan kucing terapi nya.
Iris Grace Halmshaw
Iris Grace Halmshaw dan Thula

Thula, yang berusia hampir 1 tahun, adalah jenis kucing Maine Coon. kucing ini dikenal sebagai raksasa cerdas dan lembut dari dunia kucing. Meskipun dia masih kecil dan muda, Thula tidak mengecewakan. karakter lembut dan penuh kasih ini sangat membantu bagi penyembuhan Iris, seorang gadis muda yang tumbuh dengan autisme; "Thula telah mampu menurunkan kecemasan sehari-hari dalam hidup iris, dan membuat Iris menjadi lebih tenang. Ibu iris, Arabella Carter-Johnson, mengatakan, "terapi kucing memiliki efek mendorong dia menjadi lebih sosial. Dia akan berbicara lebih banyak untuk Thula, mengatakan frase kecil seperti 'duduk kucing.' "

Carter-Johnson, sempat hampir menyerah pada pencarian pendamping hewan terapi untuk putrinya. Tapi semua berubah, ketika Iris terhubung dengan kucing tersebut.

Terapi kucing menyembuhkan autis
Terapi kucing menyembuhkan autis
"Apapun aktivitas yang iris lakukan, Thula selalu ada, ingin membantu dan terlibat," kata Arabella Carter-Johnson. Adaun aktifitas yang iris lakukan seperti "WaterPlay, playdoh, melukis, naik sepeda, bermain iPad, teka-teki, marmer run, dan menggambar ... Thula dan Iris seperti bersahabatan. Itu cukup membantu dan mendukung saya dalam mendorong Iris untuk berinteraksi. " Kata Arabella Carter-Johnson.