Saya masih mempunya lanjutan dari kisah kucing yang pernah saya sampaikan, yaitu
kisah kucing yang terjatuh dari ketinggian lantai dua. Tapi sekarang saya ingin menyampaikan kisah selanjutnya yaitu nasib seekor kucing yang tak sengaja terinjak sampai tulang lehernya patah.
Kucing yang terinjak ini adalah salah satu dari 4 ekor anak kucing yang baru lahir beberapa bulan lalu. Tidak hanya mengalami nasib sial jatuh dari ketinggian, bahkan baru-baru ini salah satu dari mereka mengalami musibah lain. Ini adalah musibah yang sangat menyakitkan buat dia dan bahkan saya juga merasa sakit melihatnya.
Ceritanya berawal dari ayah saya yang sedang ke dapur dan hendak makan siang. Pada waktu itu saya tidak melihat kejadiannya, tapi saya cukup tau karena kamar saya bersebelahan dengan dapur. Saya mendengar suara dan langkah kaki, bahkan saya mendengar jeritan kucing yang sedang kesakitan.
Kejadian ini tidak senganja dan tak terduga. Disaat ayah saya berjalan, salah satu kucing tersebut berlari-lari di sekitar ayah saya. Dan tak lama, terdengar suara rintihan, cukup keras dan suaranya terdengar berbeda. Percis suara kucing saya yang terjatuh dari lantai dua.
Awalnya saya tidak merasa ada yang aneh, tapi tiba-tiba ayah saya memanggil saya dan mengatakan ada seekor anak kucing yang sedang sekarat di lantai.
Saya kaget dan sangat sedih, bahkan saya tidak sanggup melihatnya. Suara rintihannya membuat saya menangis dan panik. Saya melihat ada masalah dengan kepalanya. kepalanya berputar.. bahkan dia tidak sanggup berdiri, dan hanya meronta-ronta dengan kepala ketekuk ke belakang.
Saya bingung harus berbuat apa, saat itu saya mengambilnya dan ada darah yang keluar dari mulut dan hidungnya.
Saya mengira dia tidak akan selamat, saya memalingkan wajah dan pergi ke kamar sambil menangis. Saya membiarkannya tergeletak di lantai. Saya bisa apa, saya bukan tuhan, bahkan bukan dokter. Saya tidak bisa mengembalikan keadaan, bahkan saya tidak bisa menyembuhkan.
Saya sempat menangis beberapa jam, sedangkan kucing tersebut dipindahkan oleh kakak saya. dia dibiarkan di atas tanah, dan menunggu kematiannya.
Saya kemudian memberanikan diri untuk melihatnya kembali. saya sangat kasihan, bahkan saya sempat berdoa dia segera mati agar bebas dari penderitaan.
Tapi, hingga malampun tiba, dia masih hidup. Saya hanya bisa menunggu hari esok, dan berharap esok dia sudah mati. Mungkin saya orang jahat, tapi saya ingin dia tidak merasakan penderitaan itu.
Tapi sampai hari esok tiba dia masih bernafas. Saya merasa sangat sedih, dan akhirnya saya memutuskan untuk merawatnya.
Memang saya bukan dokter, bahka bukan tuhan. Tapi mungkin saya tercita untuk dapat menolongnya. Itu pemikiran kecil saya saat itu. Saya mulai berpikir apa yang akan dilakukan dokter hewan saat melihat kondisi kucing seperti ini.
Tidak ada peralatan medis, bahkan tanpa pengetahuan dan obat. Saya kemudian teringat dengan ramuan obat alami yang biasa saya gunakan untuk mengobati binatang-binatang peliharaan saya dulu.
Ternyata ada sebuah keajaban, seperti dulu kala. Saya kembali bisa menyembuhkan mereka. Entah itu karena obat yang saya buat atau apa. Tapi saya percaya karena keinginan kerasnya untuk bertahan hidup.
Saat itu kondisinya sangat buruk, di awal kecelakaan, leher yang patah tidak bisa membuatnya stabil dan kepalanya selalu di bawa ke atas sampai melengkung, selain itu dia tidak mampu makan, dan bahkan perutnya kembung entah itu karena pendarahan di dalam atau apa.
Karena saya takut dengan kondisinya yang memburuk, saya kemudian memaksanya makan. tapi sangatlah sulit, karena dia tidak bisa menelannya. Akhirnya saya menghancurkan beberapa daging sampai menjadi bubur.
Saat itu tidak banyak yang bisa saya lakukan, walaupun hanya sedikit sekali, tapi saya harus menyuruhnya makan, karena saya berpikir jika tenaganya ilang dia akan lemas dan mati.
Tapi ada hal yang mengagetkan, saat dia memakan makanan yang bahkan sudah menjadi bubur, terdengar suara gesekan, antara tulan di tenggorokannya. Saya berpikir itu pasti tulangnya yang patah. sungguh malang nasibnya, mungkin menyakitkan saat saya memaksanya makan, hingga dia tidak bisa menelan dan akhirnya makanan itu selalu dimuntahkannya lagi.
Karena saya tidak mau menyerah, kemudian saya mengganti bubur dengan air gula. Mungkin air gula akan memberikannya tenaga, itu pikiran saya saat itu. Tapi untuk minum pun dia tidak bisa dan lagi-lagi saya harus memaksanya.
Maafkan saya, karena cara saya cukup jahat. tapi hanya itu yang bisa saya lakukan saat itu. Pada saat saya mencoba, terdengar suara rintihan saat saya memaksanya membuka mulut. Tapi saya tetap memaksanya karena saya tidak ingin dia mati kelaparan.
Saya selalu mencoba yang terbaik, memberikan obat yang saya tau dari pengalaman pribadi saya selama merawat binatang. Bahkan saya begadang dan susah tidur karena memikirkannya.
Tapi akhirnya, masa kritispun berlalu. Hari ke 3 dia mulai menunjukkan perkembangan. Walaupun masih sulit untuknya berdiri dan kepalanya yang masih setiap saat ke belakang, tapi saya senang karena dia sudah mau meminum susu induknya.
Saya tidak mau kejadian kucing yang terjatuh dari lantai 2 terulang kembali, saya kemudian menghalangi sodara-sodaranya yang hendak ikut meminum susu induknya. Bahkan saya menunggunya sampai ber jam-jam sampai dia mendapatkan cukup nutrisi.
Dan seterusnya hari ke 4, dia lagi-lagi menunjukkan kondisi yang membaik. Sekarang dia bisa makan sendiri, tapi hanya sekedar makan daging yang di jadikan bubur. Tapi itu sudah cukup menunjukkan peningkatan.
Hari ke 5, dia mulai suka berjalan-jalan. Walaupun jatuh bangun, dia tetap berusaha berjalan. Mungkin dia merasa kengen bermain dengan sodara-sodaranya. Itu karena saat tidak bisa bergerak, saya melihatnya selalu menatap sodara-sodaranya yang sedang bermain.
Kini saya rasa sudah seminggu lebih. Kondisinya sudah membaik. Dia sudah bisa makan sendiri, bahkan tidak perlu membuatkannya bubur. Dia sudah bisa berjalan, dan bahkan berlari. Dia bisa menikmati udara segar dan bermain dengan sodara-sodaranya. Dan bahkan kepalanya sudah tidak selalu ke belakang. Dan hampir sembuh 95%.
Saya sangat senang, ternyata saya bisa, saya bisa menolongnya. :) Bahkan ayah saya sempat kaget dan heran melihat kucing itu bisa tetap hidup dan bermain seperti sedia kala.
Disini saya ingin berpesan. Kita memang bukan tuhan ataupun dokter, jika kita memang sungguh-sungguh merawat sesuatu yang kita sayangi dengan semua upaya yang bisa kita lakukan. Kemungkinan akan ada keajaiban, karena kehadiranmu penting sebagai malaikat penolongnya.